Tipe Wajahmu Berminyak? Kamu Wajib Mengetahui Jenis-Jenis Jerawat dan Gambarnya

Jenis jenis jerawat dan gambarnya

Jenis-jenis jerawat dan gambarnya perlu diketahui oleh orang-orang dengan tipe kulit berminyak maupun dry to oily, karena jerawat akan sering muncul pada tipe wajah seperti itu.

Menyebalkannya lagi, jenis jerawat yang muncul bisa beragam, bukan hanya satu. Tiap jerawat memiliki ciri, ukuran, dan treatment yang berbeda. Oleh karena itu yuk cari tahu apa saja jenis jerawat dan seperti apa gambarnya!

Kenali Jenis Jenis Jerawat Beserta Gambarnya

Jenis jenis jerawat dan gambarnya

1. Jerawat Papules (Papula)

Papules adalah jenis jerawat yang sangat sering muncul baik pada wajah berminyak maupun wajah kering.

Jerawat ini memiliki ukuran yang kecil, kurang dari 1 cm. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat mencapai 1 cm. Tenang, ia tidak akan mencapai lebih dari itu.  Lazimnya berwarna pink dan paling sering tumbuh di area pipi , hidung, dan dagu. Terkadang ia akan tumbuh pada kening.

Cara mengatasi:

  • Jangan gosok area wajah yang berjerawat
  • Gunakan air hangat untuk mencuci wajah
  • Gunakan face wash dengan formula yang gentle (lembut)
  • Hindari menggunakan BB cream, foundation, sunscreen, dan bedak pada jerawat

2. Jerawat Pustules

Jerawat pustules adalah jerawat yang memiliki “mata” berwarna putih di bagian tengah/puncak jerawat sehingga bentuknya seperti gunung: satu jerawat yang luas kemudian makin mengerucut ke atas.

Mata tersebut sangat mudah dipecahkan menggunakan kuku tangan maupun jarum kecil sehingga banyak orang yang sering mencongkelnya dengan kuku maupun menusuknya dengan jarum.

Setelah mata tersebut pecah biasanya terdapat kotoran berminyak seperti lemak yang terangkat.

Baca Juga :  7 Krim untuk Kaki Pecah-Pecah Terbaik Mulai 20 Ribuan

Namun, jangan pernah memecahkan mata jerawat pustules karena dapat membuat jerawat semakin meradang sehingga semakin sulit menghilang. Bukan hanya itu, jika kuku maupun jarum tidak steril maka justru akan memunculkan jerawat baru.

Di samping itu, memecahkan mata jerawat akan meninggalkan noda hitam meskipun jerawat telah hilang tapi noda tetap ada.

Cara mengatasi:

  • Gunakan facial wash untuk jerawat maupun untuk kulit berminyak 2x sehari
  • Keringkan wajah menggunakan handuk khusus wajah, ganti handuk setiap 2 kali seminggu
  • Gunakan gel anti jerawat

3. Fungal Acne

Fungal acne atau yang memiliki nama latin Malassezia Folliculitis adalah jerawat yang dapat muncul pada tipe kulit apapun.

Fungal acne berbeda dengan jerawat lain. Jerawat lain disebabkan oleh kadar minyak dan sebum berlebih, penyumbatan pori-pori karena make up dan polusi, dan hormon. Sementara fungal acne muncul akibat hair follicles (rambut-rambut halus pada wajah Kamu) terinfeksi jamur Malassezia.

Hair follicles yang terinfeksi menimbulkan bintik-bintik seperti jerawat dalam ukuran kecil dan jumlah yang banyak, berwarna merah, dan terkadang menyebabkan gatal.  Jerawat ini lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan bruntusan.

Fungal acne paling sering muncul di dahi dan pipi. Terkadang pada tepi wajah (apabila Kamu pengguna hijab, biasanya muncul di area wajah yang tertutup hijab).

Cara mengatasi:

  • Untuk sementara berhenti menggunakan pelembap yang mengandung minyak dan berbentuk cream
  • Kurangi penggunaan sunscreen. Apabila biasanya kamu melakukan reapply maka cukup gunakan sekali di pagi hari
  • Gunakan serum yang mengandung vitamin C maupun Niacinamide (gunakan salah satu, jangan dilayer/dipadukan)
  • Pastikan untuk selalu membersihkan wajah menggunakan milk cleanser dan face wash sebelum tidur

4. Jerawat Nodules

Jerawat nodules adalah jerawat berukuran lebih besar dibandingkan papules dan pustules. Jika dipegang terasa keras. Terkadang kemerahan, tetapi tidak selalu.

Baca Juga :  8 Langkah Mengatasi Wajah Kering dan Kusam

Penyebab utamanya sama dengan jerawat lain, yaitu pori-pori tersumbat oleh minyak dan lemak. Tetapi kadar minyak dan lemak lebih banyak dibandingkan pada jerawat papules dan pustules.

Pada jerawat papule dan pustules, minyak dan lemak hanya menyumbat pada lapisan paling luar kulit (epidermis). Sementara pada nodules, minyak dan lemak hingga menyumbat kantung hair follicles yang berada di bagian dermis.

Oleh karena itu jerawat ini terasa terpendam di dalam kulit sehingga memiliki nama lain jerawat mendem (terpendam).

Nodules tidak memiliki mata sebagaimana jerawat lainnya sehingga terlihat seperti bekas gigitan nyamuk. Maka akan sulit dipecahkan. Bila Kamu berusaha untuk memecahkannya menggunakan jarum maka jerawat tetap tidak akan kempis, meskipun Kamu menusuk seluruh permukaan jerawat dengan jarum hingga berdarah.

Cara mengatasi:

Cara paling ampuh untuk mengatasi jerawat nodules adalah dengan mendatangi dokter kulit agar mendapatkan perawatan lebih mendalam.

Di samping itu Kamu dapat mengimbanginya dengan perawatan yang sama untuk menghilangkan jerawat lainnya ditambah hindari konsumsi makanan yang digoreng dan berlemak.

5. Jerawat Cyst

Jerawat cyst hampir sama dengan jerawat nodule. Namun, cyst bukan hanya berisi lemak, ia juga berisi nanah sehingga terasa lebih lunak dibandingkan nodules.  Jika digaruk hingga pecah maka akan  menimbulkan aroma tidak sedap, membuat kulit wajah terluka dan infeksi.

Jika Kamu pernah melihat wajah orang berjerawat hingga rusak maka kemungkinan besar jerawat yang diderita orang tersebut adalah cyst.

Cara mengatasi:

Jerawat cyst harus diatasi langsung oleh dokter kulit. Kamu tidak bisa menggunakan skincare untuk jerawat pada umumnya. Bahkan sebaiknya berhenti menggunakan skincare dan make up apapun selama jerawat cyst belum hilang.

Baca Juga :  5 Cara Mengatasi Kulit Tangan Belang dengan Cepat

“Selamat Tinggal Noda di Wajah!” Ini Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Garam

Setelah mengetahui jenis-jenis jerawat dan gambarnya diharapkan kamu dapat melakukan treatment dengan tepat agar jerawat segera hilang. 

 

Share :

Leave a Comment